Rabu, 24 Februari 2016

MENANDAI TULISAN DAN GAMBAR KORBAN PELECEHAN SEKSUAL




Anak-anak korban pelecehan menunjukkan kebutuhan besar untuk menekuk seperti berlindung di rahim ibu yang hangat. Menekuk adalah respon otomatis ketika seseorang merasa terancam dan ketakutan. Kebutuhan ini tanpa sadar terproyeksikan saat menulis dengan huruf yang melengkung. Semakin tinggi kebutuhan rasa amannya, semakin melengkung tulisan. Rasa marah dan benci juga bisa ditemukan di ujung huruf yang menajam (end sharp). Tajam menandakan adanya agresi di bawah sadar. Ujung huruf yang menumpul (bold sharp) menunjukkan rasa putus asa dan kepasrahan. Korban yang merasa tak punya harapan biasanya belajar untuk menerima kondisinya. Kondisi tsb menghasilkan ujung huruf menumpul.

Arsir hitam (shading) atau penggunaan warna gelap seperti biru dongker, hijau tua, coklat gelap, saat menggambar menunjukkan adanya keinginan untuk menutupi sesuatu. Semakin gelap area yang di arsir, semakin berat bagi korban untuk bercerita. Uniknya, baik crawling maupun shading akan berkurang atau menghilang dengan sendirinya ketika korban merasa aman dan dimengerti. Maka, gambar dan tulisan bisa digunakan salah satu indikator emosi.    
Jika Anda menemukan perilaku yang berubah dan gambarnya dipenuhi shading, luangkan waktu lebih banyak untuk anak. Dekap mereka lebih sering dan ajaklah bicara di tempat tertutup. Anak-anak karena diancam pelaku biasanya takut bicara pada orang tuanya. pastikan bahwa mereka merasa aman saat bercerita. Carilah pula bantuan profesional segera.

artikel lengkap cara melindungi anak dari kejahatan seksual lihat :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar